Monolak GLOBALISASI, IMPREALISME, dan KAPITALISME.

Saturday, November 8, 2008

Danau Toba Belum Dikelola Maksimal

PORSEA (SINDO) – Kawasan Danau Toba belum dikelola maksimal untuk kontribusi pendapatan daerah. Pengelola objek wisata Pantai Pasifik-Danau Toba Porsea Edison Manurung menyatakan, ajang promosi potensi danau terbesar di Tanah Air itu masih setengah hati.

Jika melihat Danau Toba saat ini,ternyata tidak ada perubahan signifikan. Demikian juga minat wisatawan terlihat tidak meningkat setelah dilaksanakannya Pesta Danau Toba (PDT) beberapa waktu lalu.Acara PDT itu sama saja menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

’’Coba lihat Danau Santa Monica di Amerika. Mereka tidak perlu melakukan pesta,tetapi selalu mengeksplorasi potensi daerah serta keindahan alam,” ujarnya kemarin. Edison menambahkan, upaya pengembangan Danau Toba untuk pendapatan daerah dari sektor wisata masih sangat kurang.

Para wisatawan hanya mengetahui Danau Toba dari satu wilayah. Padahal,kekayaan alam danau terbaik di Indonesia itu meliputi berbagai kabupaten kota yang memiliki spesifikasi kultural berbeda. ’’Kami memang sudah mencobanya di Porsea, tepatnya di Pantai Pasifik dan cukup berhasil.

Ada hal-hal yang dapat ditonjolkan sebagai spesifikasi danau kita ini,” ujarnya. Pengamat budaya sekaligus pencinta kawasan Danau Toba yang tergabung dalam Pusat Latihan Opera Batak (Plot) Thomson HS menyatakan, Pesta Danau Toba seharusnya diarahkan kepada konsep pengembangan budaya dan hiburan rakyat yang khas.

Sebab, sebuah objek wisata dapat maju apabila kawasannya memiliki spesifikasi budaya yang dapat dipertunjukkan. Thomson menambahkan, penataan Danau Toba harus dilakukan sistematis,bukan mencari kepentingan sepihak agar dapat memberikan penghasilan bagi masyarakat. (baringin lumban gaol/seputar indonesia)

No comments: