Jejak Kaki Di Danau Toba
Pada umunya para pengunjung yang datang ke Parapat untuk menikmati alam Danau Toba akan berkunjung ke Tomok yang terletak di Pulau Samosir. Bahkan, dulunya ketika masa kejayaan Danau Toba, kawasan Samosir tersebut merupakan tujuan utama para wisatawan asing. Dimana, mereka akan menginap di Tuktuk sembari menikmati kesejukan alam yang masih natural.
Namun, beberapa tahun terakhir sejak terjadinya kemerosotan industri pariwisata Danau Toba membuat pengunjung hanya menyeberang untuk hitungan jam kemudian kembali ke Parapat. Dimana, belakangan ini pengunjung yang datang berdarmawisata ke parapet hanya didomonasi wisatwan local yang hanya singgah sesaat di Danau Toba. “Jangan katakan pernah ke Danau Toba apa bila belum menginjakkan kaki di Tomok,” demikianlah kata Naro Sinaga yang menjadi pemandu perjalanan SINDO selama menapaki sebahagian dari Danau Toba.
Tidak perlu bingung jika ingin melakukan perjalanan menyeberangi danau, dengan menaiki angkutan kota di Parapat menuju Aji Bata yang berongkoskan Rp 2000, pengunjung sudah diantar hingga pelabuhan. Para sopir angkutan kota tersebut juga sudi menunjukkankapal kapal mana yang akan digunakan para wisatawan untuk melakukan penyeberangan menuju Tomok. Sebab bagi mereka semakin banyak orang yang senang dengan daerah tersebut semakin tinggi jugalah pendapatan mereka.
Awan tebal dilangi Danau Toba menutupi pandangan melihat sekeliling danau saat berada di atas kapal penyeberangan. Dimana jika pengunjung menyeberang saat cuaca bagus, maka para pengunjung dapat melihat deretan wilayah yang mengelilingi Danau Toba. Terlebih untuk wilayah yang masuk pada kawasan pemerintahan kabupaten Toba Samosir, kabupaten Simalungun, serta kabupaten Samosir. Ketiga wilayah tersebut seakan disatukan oleh Danau Toba.
Selama 45 penumpang kapal fery dengan ongkos penyeberangan Rp 4.000, tersebut dapat merasakan suasana danau dari atas kapal sembari menikmati hidangan yang dijajakan pedagan asongan. Pada umumnya penumpang kapal tersebut membeli telur bebek rebus, serta mie besar yang disebut mie gomak sebagai cirikhas jajanan di atas kapal. Tidak ketinggalam minuman tradisional yang disebut tuak juga disajikan dalam botol-botol air miniral bekas yang sudah dibersihkan. Katanya, meneguk tuak diatas kapal dengan takaran 1 botol tersebut sangat nikmat. Sebab, tubuh dapat dihangatkan dari dinginnya udara pengunungan serta angin yang bersembus. Semua makanan dan minuman tersebut dapat dibeli dengan harga yang relative sangat murah. Namun jika ingin lebih menikmati suasana danau serta ingin bersantai dan memiliki financial yang cukup maka pengunjung dapat menyewa boad dengan harga dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000 untuk penggunaan selama 4 jam. (baringin lumban gaol)
No comments:
Post a Comment